Cara kepemimpinan yang paling bagus adalah menjadi teladan yang baik

Seorang pemimpin adalah mereka yang mengetahui strategi,melaksanakan strategi dan menunjukan strategi

Pemimpin menjadi kuat,bukan karena kekuatannya.tapi karena keahliannya dalam memberdayakan anak buah.

Pemimpin sejati adalah orang yang rendah hati untuk mengakui kesalahannya

Tutorial setting Vlan menggunakan 3 switch

Tutorial setting Tunneling di Cisco Packet Tracer

Tampilkan postingan dengan label leadership. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label leadership. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

Bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik




Tidak banyak pemimpin lahir alami. Kebanyakan pemimpin mengambil tanggung jawab untuk melatih diri untuk menjadi efektif. Apakah Anda belajar dari kebijaksanaan orang lain atau mendapatkan wawasan dari pengalaman pribadi? menjadi pemimpin yang lebih efektif adalah tentang apa yang Anda lakukan, bukan apa yang tahu.

Berikut adalah lima hal yang dapat Anda lakukan untuk melatih diri untuk menjadi seorang pemimpin besar:

1. Menepati Janji

Menepati janji yang telah anda sampaikan
Jangan pernah membuat janji jika anda tidak yakin untuk menepatinya. Tidak ada yang dapat menghancurkan kredibilitas Anda dengan  cepat  kecuali mengingkari janji atau harapan tak terpenuhi.

Terkadang memberikani janji dapat menantang dan memotivasi Anda, dan jika janji itu terpenuhi. maka komitmen ini akan mengembangkan disiplin dan integritas Anda. Berlatihlah dengan orang sekitar anda serta rekan-rekan di dunia kerja

2. Berpakaianlah untuk mempengaruhi

berpakaian seperti tipe asli anda
Tidak berpakaian untuk mengesankan,tapi berpakaianlah untuk mempengaruhi. Itu berarti memastikan penampilan Anda konsisten dengan merek pribadi dan profesional. Mulailah dengan bertanya pada diri sendiri bagaimana seorang pemimpin dengan aspirasi Anda akan muncul kepada orang lain.Sehingga anda dapat percaya diri saat menyampaikan aspirasi anda di hadapan umum

3. Perlakukan karyawan anda dengan baik  seperti yang Anda harapkan mereka untuk memperlakukan pelanggan dengan baik juga.

perlakukan karyawan dengan etika
Meminta karyawan Anda untuk menjadi sopan kepada pelanggan sedangkan anda memperlakukan karyawan secara semena-mena adalah munafik. Menjadi pemimpin tidak hanya memberikan perintah untuk menjalan kan keinginan anda saja.Melainkan juga bagaimana cara anda memperlakukan karyawan lain yang menjadi anak buah Anda.itu akan menjadi barometer untuk semua orang di tim Anda.

Kepemimpinan ini bukan tentang menjadi budak, tetapi tentang menemukan cara untuk mendukung karyawan Anda sehingga mereka dapat menjadi sukses. Berkala bertanya: "Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu?" agar anda tahu apa yang karyawan anda perlukan.

4. Menunjukkan komitmen Anda untuk pengembangan diri bersama karyawan

Berkembang bersama karyawan anda
hanya dua cara untuk mengembangkan bisnis Anda: pertama,mengembangkan diri anda sendiri dan yang kedua adalah mengembangkan diri sendiri dan anak buah anda. Ketika Anda dan tim Anda meningkatkan performa, maka tingkat layanan perusahaan anda akan meningkat pula, efisiensi operasional dan segala sesuatu yang lain pasti akan menyusul

Jadi ajaklah anak buah anda untuk berkembang bersama anda.hal ini akan menumbuhkan keharmonisan dalam perusahaan dan menciptakan loyalitas anak buah kepada anda

5. Tanyakan kepada karyawa daripada menunggu Saran atau masukan dari karyawan anda.



Beberapa pemimpin bereaksi terhadap saran atau masukan yang tidak diminta sebagai kritik dan melewatkan kesempatan untuk belajar. Tapi menunggu karyawan Anda untuk menjadi cukup berani untuk memberikan umpan balik ke Anda adalah hal yang berisiko. Jangan meminta karyawan apa yang mereka suka atau tidak suka tentang Anda. Anda akan mendapatkan informasi yang lebih baik dengan menanyakan: "Menurut Anda, apa yang bisa kulakukan untuk menjadi pemimpin yang lebih efektif?"

Dengarkan masukan karyawan anda untuk ditindaklanjuti.sehingga anda akan menjadi pemimpin yang lebih baik lagi. Jika seseorang mengatakan Anda akan lebih efektif jika berkomunikasi lebih jelas, serta meminta contoh kepada anda ketika Anda belum mencotohkannya, sehingga Anda akan memahami apa yang karyawan anda inginkan

Manakah dari tindakan ini akan Anda ambil pertama yang melatih diri untuk menjadi pemimpin yang lebih baik?


Isi di komentar hehe

Kamis, 30 Juni 2016

Hal yang pantang diucapkan ke karyawan

seorang bos yang memarahi karyawannya

Ketika menangani karyawan, terkadang kesabaran Anda di uji dengan kurangnya motivasi, dan ketidakpatuhan terhadap apa yang Anda perintahkan. Dan hanya karena Anda seorang bos, bukan berarti Anda orang sempurna. Terkadang kita sering mengatakan hal – hal yang akan membuat kita menyesal di kemudian hari.
Tidak seperti pekerja pada umumnya, seorang bos harus menjaga kata – katanya ketika melakukan komunikasi secara verbal. Jangan sampai kesalahan verbal yang Anda lakukan membuat karyawan Anda tidak termotivasi untuk bekerja, karena hal tersebut dapat mengakibatkan masalah yang lebih besar untuk organisasi Anda.
Sebuah komentar spontanitas yang buruk dapat menghancurkan reputasi dan kepercayaan karyawan terhadap diri Anda, dan apabila hal tersebut terjadi, maka butuh waktu yang sangat lama untuk memperbaikinya. Berikut ini merupakan tujuh kata yang harus dihindari, terutama ketika Anda sedang marah.

         1.    Saya tidak memiliki waktu untuk ini.

Apa Anda serius? Anda adalah bos. Sudah tugas Anda untuk menyediakan waktu. Daripada menolak permintaan karyawan ketika mereka meminta waktu Anda, Anda dapat menundanya sejenak, dan ketika Anda sudah memiliki waktu Anda dapat memanggil mereka, sehingga perhatian Anda tidak terganggu ketika berbicara dengan mereka.
     
         2.    Mengapa hanya Anda yang memiliki masalah dengan ini?

Jika kita berbicara mengenai karyawan yang selalu tidak patuh atau memiliki masalah dengan kinerja, maka Anda dapat mengatakannya secara langsung. Tetapi jika Anda berbicara kepada karyawan yang biasanya kooperatif yang memberikan kesulitan pada diri Anda pada situasi tertentu, maka mungkin masalahnya adalah Anda tidak mau mendengar dia atau ide alternatif lain. Atau mungkin dia sedang mengalami hari yang buruk. Apa pun masalahnya, jangan pernah mengasumsikan bahwa dia tidak patuh tanpa alasan dan pastinya jangan pernah memberikan pertanyaan di atas. Jangan pernah membandingkan karyawan yang satu dengan yang lainnya. Sama seperti ketika Anda membandingkan anak Anda yang satu dan yang lainnya, ini merupakan ide yang sangat buruk.

         3.    Saya adalah bos. Lakukan apa yang saya katakan.

Kita semua adalah orang dewasa. Anda tidak mungkin berharap bahwa karyawan Anda akan menerima pernyataan Anda hanya karena Anda adalah seorang bos. Jika Anda menentukan standar yang berbeda bagi karyawan Anda melebihi diri Anda, Anda tidak dapat berharap mereka akan menghormati apa yang Anda minta dari mereka

          4.    Anda beruntung sudah memiliki pekerjaan.

Jika itu adalah perasaan Anda kepada karyawan Anda, mungkin sebenarnya Andalah yang beruntung telah memiliki pekerjaan. Tidak ada satu orang pun yang dapat bekerja dengan baik dalam lingkungan yang diciptakan seolah – olah mereka telah berhutang kepada perusahaan. Jika Anda tidak dapat bekerja sama dengan karyawan tertentu, maka bersikaplah profesional dan selesaikan masalah tersebut secara langsung. Carilah cara untuk memperbaiki perilaku mereka atau memecatnya sesegera mungkin. Mental yang membuat mereka harus tunduk kepada Anda membuktikan bahwa Anda belum dewasa dan itu adalah bukti bahwa Anda tidak memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik.

       5.    Jika Anda tidak suka, saya akan mencari orang lain yang dapat   melakukannya

Sebagai manajer, hampir setiap keputusan diambil oleh Anda, tetapi bukan berarti hal tersebut mengijinkan Anda untuk menjadi semena – mena. Setiap orang dapat menyebut diri mereka sebagai seorang manajer atau bos, tetapi seorang atasan yang baik akan menggunakan keahlian mereka dalam memimpin untuk memotivasi karyawan dan memberikan hasil. Mengancam karyawan dengan “akan memecat” mereka agar Anda dapat mendapatkan apa yang Anda mau merupakan cara yang sangat buruk. Ya tentu saja, mereka mungkin akan melakukan apa yang Anda minta pada awalnya, tetapi jika Anda terus menerus melakukan hal tersebut, mereka akan kehilangan motivasi kerja dan tidak ingin melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Dan kemungkinan terburuk mereka akan berhenti.

          6.    Anda lihat nama saya di pintu itu?

Ya, terus kenapa? Memang benar Anda mungkin membangun bisnis ini dari nol atau Anda menginvestasikan uang dan waktu Anda untuk membuat perusahaan menjadi seperti saat ini. Tetapi Anda bukanlah “Dewa” dan melemparkan amarah Anda kepada orang lain bukanlah cara yang produktif untuk membuat karyawan patuh kepada Anda. Tanpa karyawan, Anda bukanlah siapa – siapa.jadi jangan somong meskipun anda adalah seorang bos

         7.    Anda tidak tahu seperti apa tekanan saya

Setiap orang memiliki tekanannya sendiri. Hanya karena Anda memutuskan bahwa tekanan Anda jauh lebih besar dari mereka, bukan berarti hal tersebut memang benar adanya dan Anda tidak berhak untuk mengecilkan orang lain.

Rabu, 29 Juni 2016

Tips menjadi pemimpin yang disegani



Menjadi pemimpin yang baik, bijaksana dan disegani adalah cita-cita semua orang yang memiliki posisi kekuasaan  di kantor, organisasi atau suatu komunitas.
Dalam menjadi pemimpin ada beberapa tipe berdasarkan orang yang dipimpin, yaitu: Pemimpin yang senang berinteraksi dan bergaul akan cocok diterapkan untuk tipe orang yang memiliki kreatifitas seperti pekerja desain atau seni.
Pemimpin yang tegas, disiplin dan otoriter akan cocok untuk memimpin militer ataupun menjadi atasan orang-orang yang jenjang pendidikannya rendah seperti di pabrik. Sementara pimpinan yang mengayomi cocok untuk sebuah organisasi kepemudaan, agama ataupun sosial.
Meskipun ada macam-macam tipe pemimpin; ada beberapa hal yg perlu dilakukan oleh setiap orang agar dapat menjadi pemimpin yang baik & disegani. Simak tips berikut ini:

       1.   Beri teladan yang baik

Pemimpin yang baik tidak hanya sekedar memberi perintah dan larangan tetapi juga harus memberi contoh. Jika kamu ingin anak buah disiplin dan bekerja keras maka lakukan juga hal yang sama.
2.   Kuasai bidang pekerjaan tersebut

Pemimpin yg baik harus mengerti secara global apa saja pekerjaan anak buah, tidak perlu mengetahui secara mendetail – tapi jangan sampai Anda tidak tau sama sekali dan bisa dibego-begoin oleh anak buah.
3.   Bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan karyawan

Pemimpin yang bijaksana harus mau menanggung kesalahan yang dilakukan oleh bawahannya dan tidak cuci tangan, karena adalah tanggung jawab Anda juga, jadi jangan cuci tangan bila ada hal kesalahan.
4.   Pertimbangkan keputusan yang akan diambil

Pertimbangkan baik buruknya suatu keputusan sebelum diambil. Pikirkan apa keuntungan dan resiko yg akan diterima, serta jangan takut untuk meminta pendapat dari bawahan.
5.   Konsisten &  bisa dipegang omongannya

Pemimpin yang disegani & dihormati harus konsisten dalam mengambil keputusan. Kalau kamu menghukum seseorang karena berbuat salah, kamu harus memberikan hukuman yang sama secara adil bila diulangi oleh orang lain. Selain itu kalau kamu sudah mengeluarkan peraturan / larangan jangan berubah-rubah tergantung kondisi dan pelakunya.
6.   Komunikasi yang baik

Pemimpin harus bisa berkomunikasi secara tepat, mudah dimengerti, jelas dan tidak memberikan pengertian yang ambigu (dapat diartikan berbeda).
7.   Belajar bahasa tubuh

Ketahui bahasa tubuh orang secara umum. Dengan begitu kamu akan tau caranya bersikap saat sedang berhadapan dengan orang lain, apakah mereka sedang berbohong, merasa tidak nyaman, sedih, atau marah.
8.   Amati mood dan ketahui dinamika yang sedang terjadi

Pemimpin yang mengayomi harus mengetahui peristiwa, masalah, gosip dan omongan yg beredar diantara bawahan. Lakukan tindakan yang dianggap perlu sehingga suasana kerja tetap kondusif.
9.   Jangan jatuh cinta dengan bawahan

Jika Anda menjadi seorang pemimpin di kantor, sebaiknya hubungan asmara dengan bawahan langsung tidak dilakukan. Alasannya adalah bila terjadi masalah internal dengan orang yg dicintai maka akan sulit berpikir rasional.
   10.Reward dan Punishment

Pemimpin yang bijaksana memberikan penghargaan kepada yang berprestasi dan hukuman kepada yang bersalah secara adil agar bawahan Anda tetap bekerja secara efektif.

Untuk kritik dan saran silahkan di komentar

semoga bermanfaat

Jumat, 24 Juni 2016

Tips agar Karyawan berkembang di perusahaan

Persaingan itu selalu terjadi kapan saja dan dimana saja, begitu juga di dunia kerja. Persaingan dalam dunia kerja tidak hanya terjadi saat proses melamar pekerjaan, tapi juga saat kamu sudah mulai bekerja. Kamu harus bersaing secara sehat dengan teman-teman kantormu, menunjukkan performa yang profesional demi bisa bertahan sebagai seorang karyawan yang baik.

Kalau kamu bisa menunjukkan performa terbaikmu sebagai karyawan, kamu bisa dapat kesempatan untuk mendapatkan promosi dari atasan.Kamu tidak ingin masuk jadi pegawai terus pensiun juga jadi pegawai?Tidak mau karir mu datar-datar juga? Kenaikan jabatan ini tentunya diimbangi juga dengan kenaikan pendapatanmu.Nah, agar kamu bisa jadi kandidat kuat yang layak mendapatkan promosi jabatan, kamu perlu melakukan beberapa hal ini.

1. Usahakan Selalu Datang Ke Kantor Paling Awal dan Pulang Lebih

Nggak ada salahnya kalau kamu berada di kantor sedikit lebih lama dari jam kerja yang seharusnya. Datanglah 15 menit lebh awal dari jam masuk kantor, dan sisakan waktu lebih untuk tinggal sebentar di kantor saat jam pulang. Ini bisa jadi poin plus buat kamu, terutama jika kamu adalah pegawai baru.

Atasanmu pasti akan menyadari siapa saja pegawainya yang paling rajin dan disiplin. Dengan datang lebih awal, tentu saja kamu udah termasuk sebagai pegawai yang disiplin.



2. Jangan Takut Menyampaikan Ide dan Pendapatmu Di Saat Meeting


Salah satu cara terbaik untuk bisa mendapatkan perhatian dari atasanmu adalah dengan menjadi karyawan yang aktif. Saat sedang meeting, ikutlah berkontribusi dengan cara mengutarakan ide-ide dan pendapatmu.Tapi perlu diingta,menyampaikan ide harus dengan sopan dan mudah dimengerti.

Jangan takut kalau pendapat dan idemu ditolak, tidak ada pendapat yang salah.Setidaknya kamu sudah menunjukkan aksimu pada atasanmu .Toh,kamu malah mengetahui ide lain yang lebih baik darimu.Jadi gunakan itu sebagai pengalaman. Tapi meskipun begitu, kamu juga harus berusaha untuk memberikan ide-ide dan pendapat yang berbobot.

3. Biasakan Selalu Bekerja Dengan Terorganisir dan terencana


Aturlah jadwal pekerjaanmu sebaik mungkin. Jadwal yang teroganisir bisa membuatmu terlihat lebih profesional saat bekerja. Kamu jadi lebih mudah melakukan pekerjaanmu, kamu tahu apa saja yang harus kamu kerjakan sekarang dan nanti.

Selain itu, dengan cara ini kamu juga tidak mudah stres karena semuanya berjalan sesuai dengan rencana. Kamu bisa meminimalisir kesalahan-kesalahan kecil, sehingga kamu akan mendapatkan penilaian yang baik dari atasanmu.

4. Kalau Pekerjaanmu Sudah Selesai dan Kamu Masih Ada Waktu, Jangan Segan Tawarkan Bantuan

Ada kalanya kamu sedang tidak banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan. Dari pada kamu hanya menganggur saja, jauh lebih baik kalau kamu menawarkan bantuan kepada teman yang sedang membutuhkan bantuan.

Tunjukkan kalau kamu adalah karyawan yang peduli dengan karyawan yang lain. Dengan menolong teman kerja, itu membuktikan bahwa kamu juga bisa bekerja secara tim. Ini tentunya akan membuatmu disukai oleh semua karyawan, dan mereka pasti akan mendukungmu untuk dipromosikan pada atasan.


5. Bekerjalah Secara Konsisten Sepanjang Hari


Bekerjalah dengan konsisten, dan sesuaikan juga dengan kemampuan yang kamu miliki. Jangan banyak membuang waktu kerjamu dengan melakukan hal-hal yang nggak berkaitan sama sekali dengan pekerjaan.

Jangan sampai atasanmu melihatmu sedang bersantai-santai saat jam kerja. Kalau kamu memang sedang ingin beristirahat, lebih baik kamu pergi sejenak ke tempat istirahat. Lalu segeralah kembali ke meja kerjamu dan selesaikan pekerjaanmu.

6. Jadilah orang yang berinisiatif dan berinovasi dalam perusahaanmu

Tunjukkan juga kalau kamu peduli dengan lingkungan kantormu. Beranikan diri untuk memberikan ide dan masukan pada atasanmu jika kamu punya ide mengenai lingkungan kantormu.

Misalnya, kamu merasa jika ruangan kerja di kantormu itu kurang mendukung produktivitas kerja karyawan, sampaikan hal itu pada atasanmu dan jangan lupa juga berikan alasan-alasan dan solusinya. Atasanmu pasti akan sangat senang jika ada karyawan yang bisa memberikan masukan yang bermanfaat untuk perusahaan.

7. Selalu Tunjukkan Bahasa Tubuh yang Positif


Selain penampilan, hal pertama yang dinilai orang adalah bahasa tubuh kita. Bahasa tubuh adalah komunikasi non verbal, sehingga apapun gerakan tubuh yang kamu lakukan memiliki makna tertentu yang akan diinterpretasikan oleh orang lain.

Oleh sebab itu kamu harus bisa menunjukkan bahasa tubuh yang positif. Misalnya dengan cara berjalan yang tegap, murah senyum, dan menatap ramah setiap orang. Dengan bahasa tubuh seperti ini, semua orang pasti yakin dengan dirimu.

8. Salah Dalam Bekerja Itu Pasti,Yang Penting Kamu Belajar Dari Kesalahan Itu


Saat bekerja kamu pasti pernah melakukan beberapa kali kesalahan, dan itu lumrah terjadi. Yang terpenting adalah kamu harus selalu bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah kamu lakukan. Teruslah berusaha untuk menunjukkan kemajuan pada atasan dan semua rekan kerjamu.

Kalau kamu mendapat teguran dan kritikan, jangan terlalu kamu ambil hati. Bekerjalah secara profesional. Terimalah kritik itu sebagai acuan untuk bisa meng-improve kemampuanmu.

9. Bekerjalah Dengan Penuh Integritas dan Kejujuran


Bekerja dengan cara yang bersih dan jujur pasti akan membuatmu jadi seorang karyawan yang teladan dan disegani oleh karyawan yang lain. Jangan pernah tergiur untuk melakukan kecurangan saat bekerja.

Berbuat curang bisa merugikan dirimu sendiri dan perusahaan. Nggak mudah memang untuk mendapatkan hati dan perhatian dari atasan. Tapi lakukanlah dengan cara yang positif dan bersainglah secara sehat.

10. perbanyak jaringan pertemanan


Umum di ketahui bahwa karyawan yang dapat di promosikan adalah orang yang pintar,semangat tinggi,ramah,pemecah masalah yang baik dan pengambil resiko yang besar.Ternyata tidak semua hal itu benar bakan hampir bertolak belakang untuk membuat anda menjadi naik jabatan.Lalu apa yang membuat karyawan naik jabatan?

Jawabannya adalah “kecerdasan organisasi”.Apa itu kecerdasan berorganisasi?Kecerdasan organisasi adalah kemampuan  karyawan dalam membangun hubungan,belajar mengelola konflik,menciptakan sebuah tempat tersendiri dan mengembangkan kredibilitas.Biasanya tipe karyawan seperti ini saat sekolah sering aktif dalam berorganisasi.Sehingga pribadinya sudah terbiasa hidup dan mengelola organisasi.

Jadi jika kalian masih sekolah atau kuliah,jangan buang kesempatan emas untuk ikut dalam organisasi.Itu sangan membantu pengembangan diri kalian untuk berberapa tahun yang akan datang

11. Berlatih kerja sama tim

Berkerja sama dengan rekan tidak hanya untuk sebatas kerja saja.Bahkan perlu lebih itu.Karyawan yang hebaat yaitu apabila ia mampu menciptakan tim yang penuh cinta  sekaligus ada visi yang jelas.Dan jika terlibat dalam tim,ia akan mudah menyesuaikan diri.Ia akan memberi kontributor kepada tim,bukan malah melakukan sebaliknya.